Sabtu, 21 Juni 2014

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru





Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren
 Dar Al Ma’arif Basilam Baru

D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA KELOMPOK :
1. Gustina Rahmi Siregar

Bidsu : Bhs. Indonesia


 
Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif
  Basilam Baru
T.A 2013-2014




Kata Pengantar

Alhamdulillahi rabbil’alamin, segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan seluruh rahmat dan karunia-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif” ini sesuai rencana. Karya Ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran “Bahasa Indonesia”.
Tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan karya ilmiah ini. Kami menyadari bahwa karya ilmiah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan kami terima dengan lapang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kami, agar kelak kami dapat membuat dengan lebih baik lagi.
Akhir kata kami mengharapkan agar nantinya karya ilmiah ini bermanfaat bagi semua pihak dikemudian hari dan pihak lain yang memerlukannya.
                                                                  
                                                                  
                                                                                       Basilam Baru,        Maret 2014








 
 BAB I
PENDAHULUAN


Suatu hal yang tidak terlepas dalam wacana pendidikan di Indonesia adalah Pondok Pesantren. Ia adalah model sistem pendidikan pertama dan tertua di Indonesia. Keberadaannya mengilhami model dan sistem-sistem yang ditemukan saat ini. Ia bahkan tidak lapuk dimakan zaman dengan segala perubahannya. Karenanya banyak pakar, baik lokal maupun internasional melirik Pondok Pesantren sebagai bahan kajian.

Diantara sisi yang menarik para pakar dalam mengkaji lembaga ini adalah karena “modelnya”. Sifat keislaman dan keindonesiaan yang terintegrasi dalam pesantren menjadi daya tariknya. Belum lagi kesederhanaan, sistem dan manhaj yang terkesan apa adanya, hubungan ustad dan santri serta keadaan fisik yang serba sederhana. Yang menjadi magnet terbesar adalah peran dan kiprahnya bagi masyarakat, negara dan umat manusia yang tidak bisa dianggap sepele atau dilihat sebelah mata. Ditengah gagalnya sebagian sistem pendidikan dewasa ini, ada baiknya kita menyimak kembali sistem pendidikan pesantren. Keintegrasian antara ilmu etika dan pengetahuan yang pernah dicanangkan pesantren perlu mendapat perhatian, sehingga paling tidak mengurangi apa yang menjadi trendi ditengah-tengah pelajar dan pemuda kita seperti tawuran.

A.    LATAR BELAKANG
Pondok pesantren tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat islam di indonesia. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam tertua sudah dikenal sejak islam  masuk ke wilayah nusantara. Oleh karana itu sejarah pondok pesantren merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari sejarah pertumbuhan masyarakat islam indonesia.

Pondok pesantren adalah lembaga pendiddikan islam yang dimulai dikembangkan dipulau jawa sekitar 500 tahun yang lalu.sejak saat ini pendok pesantren telah mengalami banyak perubahan dan banyak memainkan peran dalam pendidikan ditengah masyarakat indonesia.

Kenyataan inilah yang membuat Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif mendapatkan tempat dihati masyarakat dari sejak berdirinya hingga sekarang. Bahkan setelah perkembangan selanjutnya, Pesantren Dar Al Ma’arif mulai mengembangkan diri dengan mendirikan lembaga pendidikan pesantren pada tahun 1992. Didasarkan atas latar belakang itulah, kami melakukan penelitian dengan judul ” Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru”.

B.  RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan permasalahan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana sejarah berdirinya pondok pesantren dar al ma’arif basilam baru?
2.      Apa visi misi atau tujuan didirikannya pondok pesantren dar al ma’arif basilam baru?

C.  TUJUAN
Karya Ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran “Bahasa Indonesia”. Karya Ilmiah ini juga bertujuan agar pembaca juga kami sebagai penulis diharapkan agar lebih mengetahui dan lebih tanggap akan Pentingnya sejarah.

D. MANFAAT
Adapun manfaat dari penulisan Karya Ilmiah ini adalah untuk mengetahui tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru.















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Pondok Pesantren
1.      Pengertian Pondok Pesantren
Pondok pesantren adalah gabungan dari pondok dan pesantren. Istilah pondok, berasal dari kata  funduk dari bahasa Arab yang berarti rumah penginapan atau hotel. Istilah pesantren secara etimologis asalnya pesantri- an yang berarti tempat santri. Santri atau murid yang belajar tentang agama dari seorang Kyai atau Syaikh di pondok pesantren.

Dalam pemakaian sehari-hari, istilah pesantren bisa disebut dengan pondok saja, atau kedua kata ini digabung menjadi pondok pesantren. Secara esensial, semua istilah ini mengandung makna yang sama, kecuali sedikit perbedaan. Asrama yang menjadi penginapan santri sehari-hari dapat dipandang sebagai pembeda antara pondok dan pesantren.Pada pesantren santrinya tidak disediakan asrama (pemondokan) di komplek pesantren tersebut; mereka tinggal diseluruh penjuru desa sekeliling pesantren (santri kalong) dimana cara dan metode pendidikan dan pengajaran agama Islam diberikan dengan sistem wetonan, yaitu para santri berduyung duyung masuk ke pondok pesantren untuk belajar pada waktu-waktu tertentu.

Pondok pesantren menurut M. Arifin berarti, suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh serta diakui masyarakat sekitar,dengan sistem asrama (komplek) dimana para santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah, yang sepenuhnya berada dibawah kedaulatan dari leadership seseorang atau beberapa orang Kyai dengan ciri-ciri khas yang bersifat karismatik serta independen dalam segala hal.

Dari berbagai pendapat diatas penulis dapat menyimpulkan pondok pesantren adalah suatu lembaga keagamaan yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama Islam yang dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para santri dan masyarakat.

Tokoh yang pertama mendirikan pesantren adalah Maulana malik Ibrahim (1419M), beliau menggunakan Masjid dan pesantren untuk pengajaran ilmu-ilmu agama yang akhirnya melahirkan tokoh-tokoh wali songo. Pada taraf permulaan bentuk pesantren sangat sederhana, kegiatan pendidikan dilakukan di masjid dengan beberapa santri. Ketika Raden Rahmad (Sunan Ampel) mendirikan pesantren (Ampel Dento) hanya memiliki tiga orang santri. Para santri yang telah selesai belajarnya di Pesantren Ampel Dento kemudian mendirikan pesantren baru. Salah satunya adalah Raden Paku (Sunan Giri) yang mendirikan Pesantren d desa Sidomukti, Gresik yang bernama Giri Kedaton.

 Pesantren Giri Kedaton memiliki santri dari berbagai daerah, seperti jawa, Madura, Lombok, Sumbawa, Makasar, Ternate, dan lain-lain. Setiap santri kemudian mendirikan pesantren di daerahnya masing-maisng dengan demikian pesantren dapat berkembang dengan pesat.

2.    Dasar dan Tujuan Pendirian Pondok Pesantren

a.    Dasar Pendirian Pondok Pesantren
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang didirikan atas dasar Tafaqqohu Fiddin yakni kepentingan umat Islam untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama Islam. Dasar yang digunakan adalah Firman Allah surat At-Taubah ayat 122:

وماكان المؤمنون لينفروا كا فة قلى فلولانفرمن كل فرقة مهم طا ئفة ليتفقهوا الدين ولينذروا قومهم اذا رجعوا اليهم لعلهم يحذ رون

artinya:”Tidak sepatutnya lagi bagi mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat  menjaga dirinya”.(Q.S. At-Taubah: 122)

b.   Tujuan Pendirian Pondok Pesantren
      Sejak awal pertumbuhanya, tujuan didirikanya pondok pesantren adalah:
1.      Mempersiapkan santri mendalami dan menguasai ilmu agama Islam yang diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama dan turut mencerdaskan masyarakat Indonesia.
2.      Menjadi benteng pertahanan umat dalam bidang akhlak.

Melihat dari tujuan tersebut, jelas bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berusaha menciptakan kader kader mubaligh yang diharapkan dapat meneruskan misinya dalam dakwah Islam, disamping itu juga diharapkan bahwa, mereka yang berstudi di pondok pesantren menguasai betul akan ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan oleh para Kyai, dan sekaligus bertaqwa kepada Allah SWT. Firman Allah menyebutkan dalam surat Al-Hujarat ayat 13 bahwa:
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Landasan Yuridis Formal Pesantren

Landasan Yuridis formal berdirinya pesantren di Indonesia adalah sebagai berikut :
  • Pancasila, sebagai dasar negara dan filsafah hidup bangsa Indonesia khususnya pada Sila I yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha esa”. Ini berarti agama dan institusi-insitusi agama dapat hidup dan diakhui di Indonesia.
  • UUD 1945, sebagai landasan hukum negara Republik Indonesia pada Pasal 33 tentang hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
  • UUD 1954, ayat 1-2 (BPKNIP) yang menyatakan bahwa pendidikan agama merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional.
  • UU No. 22 Tahun 1989 yang disempurnakan dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional memuat pada pasal 30 ayat 1 sampai 4 memuat bahwa pondok pesantren termasuk pendidikan keagamaan dan merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Undang-undang ini amat signifikan dalam menentukan arah dan kebijakan dalam penanganan pendidikan pondok pesantren dimasa yang akan datang.
  • Peraturan Menteri Agama No. 3 Tahun 1979. Keputusan Menteri Agama No. 18 tahun 1975 di Ubah dengan Keputusan Menteri Agama No. 1 Tahun 2001, tentang penambahan direktorat pendidikan keagamaan dan pondok pesantren departemen agama sehingga pondok pesantren mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Departemen Agama.

3.    Unsur-Unsur Pondok Pesantren
1.      Kyai/ Ustad
 Kyai/ Ustad adalah sebutan bagi alim ulama Islam. Menurut Zamakhsari Dhofier Kyai/ Ustad adalah gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang ahli agama Islam yang memilki atau menjadi pimpinan pesantren dan mengajar kitab-kitab klasik kepada para santrinya.

Tugas seorang Kyai/ Ustad memang multifungsi : sebagai guru, Muballig,sekaligus menajer. Sebagai guru Kyai/ Ustad menekankan kegiatan pendidikan para santri dan masyarakat sekitar agar memiliki kepribadian muslim yang utama; sebagai muballig Kyai/ Ustad berupaya menyampaikan ajaran islam kepada siapapun berdasarkan prinsif amar ma’ruf nahi munkar, dan sebagai menejer Kyai/ Ustad memerankan pengendalian dan pengaturan pada bawahannya.

2.    Masjid
Dalam konteks ini, masjid adalah sebagai pusat kegiatan ibadah dan belajar mengajar. Masjid merupakan sentral sebuah pesantren karena disinilah pada tahap awal bertumpu seluruh kegiatan dilingkungan pesantren.dalam rangka pesantren masjid dianggap sebagai tempat yang paling tepat untuk mendidik para santri, trutama dalam praktek solat tiap waktu dan pengajaran kitab-kitab islam klasik.

3.    Santri
Santri merupakan unsur Pokok dari suatu pondok prsantren.santri ini biasanya terdiri dari dua kelompok yaitu : Santri mukim dan santri kalong .Santri mukim : santri yang berasal dari daerah-daerah yang jauh dan menetap dipondok pesantren.sedangkan Santri kalong : Santri yang berasal dari daerah-daerah sekitar pondok pesantren dan biasanya mereka tidak menetap didalam pesantren.mereka pulang kerumah masing-masing setiap selesai mengikuti pengajian di pesantren.

4.        Pondok / asrama
Pada awalnya pondok pesantren bukan semata-mata dimasukkan sebagai tempat tinggal atau asrama para santri, untuk mengikuti dengan baik pelajaran yang diberikan oleh Kyai/ Ustad, Tetapi juga sebagai tempat latihan bagi santri yang bersangkutan agar mampu hidup mandiri dalam masyarakat. Para santri dibawah bimbingan Kyai/ Ustad bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dalam situasi kekeluargaan dan bergotong royong sesama warga pesantren.

5.    Kitab-Kitab Islam Klasik
Unsur pokok lain yang cukup membedakan pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya adalah bahwa pesantren mengajarkan kitab-kitab Islam klasik atau yang sekarang terkenal dengan sebutan kitab kuning yang dikarang oleh para ulama terdahulu, mengenai berbagai ilmu pengetahuan agama Islam dan bahasa Arab.



4.     Klasifikasi Pondok Pesantren
Secara garis besar pondok pesantren dibagi menjadi dua, yaitu pondok pesantren salafi, dan kholafi.
a.       Pesantren Salafi adalah pesantren yang mengajarkan dan mengkaji kitab-kitab kuning ( kitab klasik atau kuno) sebagai inti pendidikan pesantren tanpa mengenalkan pengajaran pengetahuan umum. Pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional yang berbeda dengan pesantren moderen dalam hal metode pengajaran dan infra strukturnya. Di pesantren salaf, hubungan antara kyai dengan santri cukup dekat secara emosional. Kyai terjun langsung dalam menangani para santri.

b.      Pesantren kholafi adalah pesantren yang menerapkan sistem pengajaran klasikal (madrasah) atau telah memasukkan pelajaran-pelajaran umum (ilmu umum) dan ilmu agama serta memberikan pendidikan keterampilan.


5.   Hal-hal yang Menjiwai di Pesantren
 Sebagai lembaga Tafaqquh fiddin (memperdalam agama) pondok pesantren mempunyai jiwa yang membedakan dengan lembaga-lembaga pendidikan lainya. Jiwa pondok pesantren tersebut dinamakan “Panca Jiwa Pesantren”, yaitu :

 a.  Jiwa keikhlasan , jiwa ini terbentuk oleh suatu keyakinan bahwa semua perbuatan (baik atau buruk) pasti akan di balas oleh Allah SWT, jadi beramal tanpa pamrih tanpa mengahrapkan keuntungan duniawi.
 b. Jiwa Kesederhanaan, sederhana bukan berarti pasif tetapi mengandung unsur kekuatan dan kaetabahan hati serta penguasaan diri dalam mengahadapi dalam mengahdapi segala kesulitan.
 c.  Jiwa Persaudaraan yang Demokratis, segala perbedaan dipesantren tidak menjadi penghalang dalam jalinan ukhuwah (persaudaraan) dan Ta’awun (saling menolong).
 d.  Jiwa kemandirian, pesantren harus mampu mandiri dengan kekuatannnya sendiri.
 e.  Jiwa Bebas, bebas dalam membentuk jalan hidup dan menetukan masa depan dengan jiwa besar dan sikap optimis mengahadapi berbagai problematika hidup berdaqsarkan nilai-nilai ajaran Islam. Kebebasan jiwa pondok pesantren juga berarti tidak terpengaruh dan didikte oleh dunia luar.

BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Metodologi Pengumpulan Data
1.    Sumber Data
         Sumber data dalam penelitian ini adalah keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru serta pihak pihak yang terkait yang dapat memberikan informasi dalam penelitian ini.

2.    Prosudur Pengumpulan Data
         Untuk mendapat data yang cukup dan sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Maka kami melakukan beberapa metode pengumpulan data yang mana satu sama lainnya melengkapi antara lain :

1.    Observasi
         Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistimatis terhadap gejala-gejala yang diteliti. Kami menggunakan pengamatan dan pencatatan untuk mengamati situasi dan kondisi Yayasan Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru.Selain itu observasi juga digunakan untuk mendapatkan imformasi dan data–data yang bersifat mendukung kelengkapan data. jadi observasi merupakan pengamatan langsung yang dilakukan di tempat penelitian.

2.    Wawancara
         Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan pewancara untuk memperoleh imformasi dari serponden. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data yang pada umumnya hanya dapat diperoleh dengan komunikasi secara langsung.

         Data yang diperoleh melalui wawancara antara lain wawancara langsung dengan Bpk. Sahrul Anwar Harahap selaku T.U Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru.





3.    Dokumentasi
         Tehnik pengumpulan data dengan dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen dan juga pencarian di internet. metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang hal-hal yang berhubungan dengan penelitian seperti :
a.       Gambaran umum Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru
b.       Sejarah berdiri Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru
c.    Visi dan misi Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru

4.    Tekhnik Analisis Data
   Dalam penelitian ini kami menggunakan tenik diskriptif. Penelitian Deskriptif Menurut Arikunto (2010: 3) “...Istilah deskriptif  berasal dari istilah bahasa Inggris to describe yang berarti memaparkan atau menggambarkan suatu hal, misalnya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan, dan lain-lain. Dengan demikian yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksud untuk menyelidiki keadaan, kondisi  atau hal lain-lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian...”

















BAB IV
PEMBAHASAN
A.    Gambaran Umum Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru
Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif, berkedudukan di Dusun Basilam Baru Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, yang telah didirikan oleh Syeh Abdullah Efendi Siregar,  pada tahun 1992 M.

B.     Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru
Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru resminya ditetapkan tahun 1992 M, dimana pada tahun tersebut Syehk Abdullah Efendi Siregar sebagai pendiri pertama sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru, pada masa itu beliau mengajak masyarakat untuk membangun sebuah lembaga pendidikan (madrasah) dan pondok-pondok kecil. Dahulu santri-santrinya selalu berusaha dan pentang menyerah dan santri-santrinya juga betul-betul ingin menuntut ilmu.
 Pada tahun 2005 M  Syehk Abdullah Efendi Siregar digantikan oleh Syeh H. Ahmad Rifai Siregar selaku pimpinan kedua Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru dan dimasa itu mulailah dibangun gedung permanen. Syeh H. Ahmad Rifai Siregar menjabat sampai tahun 2011 M.
Kemudian Pada tahun 2011 M Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru ini dipimpin oleh Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL sampai sekarang, dimana Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL juga merupakan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan. Dan Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru ini di kepala sekolahi oleh Drs. Rajuddin Harahap.

C.Visi dan Misi Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru
1.   Visi
    Terwujudnya: Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru sebagai “pusat pengkajian, pengembangan dan Penerapan ilmu-ilmu keislaman untuk kesejahteraan umat manusia”.
2.   Misi
a.   Melaksanakan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
b.   Melaksanakan dakwah Islamiyah di luar dan di dalam sekolah.
c.   Penyediaan sumber daya manusia pembangunan bangsa.








 
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
a.   Pondok pesantren adalah gabungan dari pondok dan pesantren. Istilah pondok, berasal dari kata  funduk dari bahasa Arab yang berarti rumah penginapan atau hotel. Istilah pesantren secara etimologis asalnya pesantri- an yang berarti tempat santri. Tokoh yang pertama mendirikan pesantren adalah Maulana malik Ibrahim (1419M), beliau menggunakan Masjid dan pesantren untuk pengajaran ilmu-ilmu agama yang akhirnya melahirkan tokoh-tokoh wali songo.
b.  Tujuan Pendirian Pondok Pesantren
1.Mempersiapkan santri mendalami dan menguasai ilmu agama Islam yang  diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama dan turut mencerdaskan masyarakat Indonesia.
2.Menjadi benteng pertahanan umat dalam bidang akhlak.
c.  Unsur-unsur pesantren adalah kyai/ ustad, masjid, santri, pondok/ asrama, kitab-kitab islam klasik.

d.  Secara garis besar pondok pesantren dibagi menjadi tiga, yaitu pondok pesantren salafi, dan kholafi.

e.  Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif, berkedudukan di Dusun Basilam Baru Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, yang telah didirikan oleh Syehk Abdullah Efendi Siregar,  pada tahun 1992 M.
B. SARAN
Kami menyadari betapa belum sempurnanya karya ilmiah ini. Karena itulah kami mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca, yang sekiranya menemukan kesalahan serta kekurangan, baik dari segi penulisannya maupun dari segi kebahasaannya.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan karya ilmiah ini, kami berharap semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi kita semua. Amiin yaa Rabbal’alamin.


DAFTAR PUSTAKA
http://sablinews.blogspot.com/2013/06/contoh-karya-ilmiah-skripsi-proposal.html

http://attawazun75.blogspot.com/2013/09/latar-belakang-berdirinya-pondok_9.html

http://keajaibanikhlas.blogspot.com/2013/02/makalah-tentang-ponok-pesantren.html



http://dokumentq.blogspot.com/2012/03/sejarah-berdirinya-pondok-pesantren.html

http://azwaralduani.blogspot.com/2011/12/sejarah-munculnya-pondok-pesantren-di.html

3 komentar:

  1. izin re-post kk, biar alumni maupun siswanya semakin tahu ..
    by : Yusuf Kurniawan Siregar

    BalasHapus
  2. kk minta no telefon ustad/ustadzah yg di pesantren basilam baru krna adik saya mau mndaftar kesitu

    BalasHapus
  3. kk minta no telefon ustad/ustadzah yg di pesantren basilam baru krna adik saya mau mndaftar kesitu

    BalasHapus