Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren
Dar Al Ma’arif
Basilam Baru
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA KELOMPOK :
1. Gustina Rahmi Siregar
Bidsu : Bhs. Indonesia
Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif
Basilam Baru
T.A
2013-2014
Kata Pengantar
Alhamdulillahi
rabbil’alamin, segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang
telah melimpahkan seluruh rahmat dan karunia-Nya sehingga kami mampu
menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren
Dar Al Ma’arif” ini sesuai rencana. Karya Ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran
“Bahasa Indonesia”.
Tiada gading
yang tak retak, begitu pula dengan karya ilmiah ini. Kami menyadari bahwa karya ilmiah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala kritik serta saran
yang membangun dari para
pembaca akan kami terima dengan lapang hati sehingga bisa menjadi
sebuah pelajaran bagi kami, agar kelak kami dapat membuat dengan lebih baik lagi.
Akhir kata kami mengharapkan agar
nantinya karya ilmiah ini bermanfaat bagi semua pihak dikemudian hari dan pihak
lain yang memerlukannya.
Basilam
Baru, Maret 2014
BAB I
PENDAHULUAN
Suatu hal yang tidak terlepas
dalam wacana pendidikan di Indonesia adalah Pondok Pesantren. Ia adalah model
sistem pendidikan pertama dan tertua di Indonesia. Keberadaannya mengilhami
model dan sistem-sistem yang ditemukan saat ini. Ia bahkan tidak lapuk dimakan
zaman dengan segala perubahannya. Karenanya banyak pakar, baik lokal maupun
internasional melirik Pondok Pesantren sebagai bahan kajian.
Diantara sisi yang menarik
para pakar dalam mengkaji lembaga ini adalah karena “modelnya”. Sifat keislaman
dan keindonesiaan yang terintegrasi dalam pesantren menjadi daya tariknya.
Belum lagi kesederhanaan, sistem dan manhaj yang terkesan apa adanya, hubungan
ustad dan santri serta keadaan fisik yang serba sederhana. Yang menjadi magnet
terbesar adalah peran dan kiprahnya bagi masyarakat, negara dan umat manusia
yang tidak bisa dianggap sepele atau dilihat sebelah mata. Ditengah gagalnya
sebagian sistem pendidikan dewasa ini, ada baiknya kita menyimak kembali sistem
pendidikan pesantren. Keintegrasian antara ilmu etika dan pengetahuan yang
pernah dicanangkan pesantren perlu mendapat perhatian, sehingga paling tidak mengurangi
apa yang menjadi trendi ditengah-tengah pelajar dan pemuda kita seperti
tawuran.
A. LATAR BELAKANG
Pondok pesantren tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat islam di
indonesia. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam tertua sudah
dikenal sejak islam masuk ke wilayah
nusantara. Oleh karana itu sejarah pondok pesantren merupakan bagian yang tidak
bisa terpisahkan dari sejarah pertumbuhan masyarakat islam indonesia.
Pondok
pesantren adalah lembaga pendiddikan islam yang dimulai dikembangkan dipulau
jawa sekitar 500 tahun yang lalu.sejak saat ini pendok pesantren telah
mengalami banyak perubahan dan banyak memainkan peran dalam pendidikan ditengah
masyarakat indonesia.
Kenyataan inilah yang membuat
Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif mendapatkan tempat dihati masyarakat dari sejak
berdirinya hingga sekarang. Bahkan setelah perkembangan selanjutnya, Pesantren
Dar Al Ma’arif mulai mengembangkan diri dengan mendirikan lembaga pendidikan
pesantren pada tahun 1992. Didasarkan atas latar belakang itulah, kami
melakukan penelitian dengan judul ” Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren
Dar Al Ma’arif Basilam Baru”.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang
diatas maka yang menjadi rumusan permasalahan dalam penulisan karya ilmiah ini
adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana sejarah berdirinya pondok pesantren dar al
ma’arif basilam baru?
2.
Apa visi misi atau tujuan didirikannya pondok
pesantren dar al ma’arif basilam baru?
C. TUJUAN
Karya Ilmiah ini disusun untuk
memenuhi salah satu tugas mata pelajaran “Bahasa Indonesia”. Karya Ilmiah ini juga
bertujuan agar pembaca juga kami sebagai penulis diharapkan agar lebih
mengetahui dan lebih tanggap akan Pentingnya sejarah.
D. MANFAAT
Adapun manfaat dari penulisan Karya Ilmiah ini adalah untuk mengetahui
tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Pondok
Pesantren
1.
Pengertian
Pondok Pesantren
Pondok pesantren adalah gabungan dari pondok
dan pesantren. Istilah pondok, berasal dari kata funduk dari bahasa Arab yang berarti
rumah penginapan atau hotel. Istilah pesantren secara etimologis asalnya
pesantri- an yang berarti tempat santri. Santri atau murid yang belajar tentang
agama dari seorang Kyai atau Syaikh di pondok pesantren.
Dalam
pemakaian sehari-hari, istilah pesantren bisa disebut dengan pondok saja, atau
kedua kata ini digabung menjadi pondok pesantren. Secara esensial, semua
istilah ini mengandung makna yang sama, kecuali sedikit perbedaan. Asrama yang
menjadi penginapan santri sehari-hari dapat dipandang sebagai pembeda antara
pondok dan pesantren.Pada pesantren santrinya tidak disediakan asrama
(pemondokan) di komplek pesantren tersebut; mereka tinggal diseluruh penjuru
desa sekeliling pesantren (santri kalong) dimana cara dan metode pendidikan dan
pengajaran agama Islam diberikan dengan sistem wetonan, yaitu para santri
berduyung duyung masuk ke pondok pesantren untuk belajar pada waktu-waktu
tertentu.
Pondok
pesantren menurut M. Arifin berarti, suatu lembaga pendidikan agama Islam yang
tumbuh serta diakui masyarakat sekitar,dengan sistem asrama (komplek) dimana
para santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah,
yang sepenuhnya berada dibawah kedaulatan dari leadership seseorang atau
beberapa orang Kyai dengan ciri-ciri khas yang bersifat karismatik serta
independen dalam segala hal.
Dari
berbagai pendapat diatas penulis dapat menyimpulkan pondok pesantren adalah
suatu lembaga keagamaan yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama Islam
yang dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para santri dan masyarakat.
Tokoh yang pertama mendirikan pesantren adalah Maulana malik Ibrahim
(1419M), beliau menggunakan Masjid dan pesantren untuk pengajaran ilmu-ilmu
agama yang akhirnya melahirkan tokoh-tokoh wali songo. Pada taraf permulaan
bentuk pesantren sangat sederhana, kegiatan pendidikan dilakukan di masjid
dengan beberapa santri. Ketika Raden Rahmad (Sunan Ampel) mendirikan pesantren
(Ampel Dento) hanya memiliki tiga orang santri. Para santri yang telah selesai
belajarnya di Pesantren Ampel Dento kemudian mendirikan pesantren baru. Salah
satunya adalah Raden Paku (Sunan Giri) yang mendirikan Pesantren d desa
Sidomukti, Gresik yang bernama Giri Kedaton.
Pesantren Giri Kedaton memiliki
santri dari berbagai daerah, seperti jawa, Madura, Lombok, Sumbawa, Makasar,
Ternate, dan lain-lain. Setiap santri kemudian mendirikan pesantren di
daerahnya masing-maisng dengan demikian pesantren dapat berkembang dengan
pesat.
2. Dasar dan Tujuan Pendirian Pondok Pesantren
a. Dasar Pendirian
Pondok Pesantren
Pondok
pesantren sebagai lembaga pendidikan yang didirikan atas dasar Tafaqqohu
Fiddin yakni kepentingan umat Islam untuk memperdalam ilmu pengetahuan
agama Islam. Dasar yang digunakan adalah Firman Allah surat At-Taubah ayat 122:
artinya:”Tidak sepatutnya lagi bagi mukmin itu
pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan
diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang
agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya,
supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”.(Q.S. At-Taubah: 122)
b. Tujuan Pendirian Pondok Pesantren
Sejak awal pertumbuhanya, tujuan
didirikanya pondok pesantren adalah:
1.
Mempersiapkan santri mendalami dan menguasai
ilmu agama Islam yang diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama dan turut
mencerdaskan masyarakat Indonesia.
2.
Menjadi benteng pertahanan umat dalam bidang
akhlak.
Melihat dari tujuan tersebut, jelas bahwa pondok pesantren
merupakan lembaga pendidikan Islam yang berusaha menciptakan kader kader
mubaligh yang diharapkan dapat meneruskan misinya dalam dakwah Islam, disamping
itu juga diharapkan bahwa, mereka yang berstudi di pondok pesantren menguasai
betul akan ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan oleh para Kyai, dan sekaligus
bertaqwa kepada Allah SWT. Firman Allah menyebutkan dalam surat Al-Hujarat ayat
13 bahwa:
Hai
manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu
disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Landasan Yuridis
Formal Pesantren
|
Landasan Yuridis formal
berdirinya pesantren di Indonesia adalah sebagai berikut :
|
3. Unsur-Unsur Pondok Pesantren
1. Kyai/ Ustad
Kyai/ Ustad adalah sebutan bagi alim ulama Islam. Menurut Zamakhsari
Dhofier Kyai/
Ustad adalah gelar yang diberikan oleh
masyarakat kepada seseorang ahli agama Islam yang memilki atau menjadi pimpinan
pesantren dan mengajar kitab-kitab klasik kepada para santrinya.
Tugas seorang Kyai/
Ustad memang multifungsi : sebagai guru,
Muballig,sekaligus menajer. Sebagai
guru Kyai/ Ustad menekankan kegiatan pendidikan para santri dan masyarakat
sekitar agar memiliki kepribadian muslim yang utama; sebagai muballig Kyai/
Ustad berupaya menyampaikan ajaran islam kepada siapapun berdasarkan prinsif
amar ma’ruf nahi munkar, dan sebagai menejer Kyai/ Ustad memerankan
pengendalian dan pengaturan pada bawahannya.
2. Masjid
Dalam
konteks ini, masjid adalah sebagai pusat kegiatan ibadah dan belajar mengajar.
Masjid merupakan sentral sebuah pesantren karena disinilah pada tahap awal
bertumpu seluruh kegiatan dilingkungan pesantren.dalam rangka pesantren masjid
dianggap sebagai tempat yang paling tepat untuk mendidik para santri, trutama
dalam praktek solat tiap waktu dan pengajaran kitab-kitab islam klasik.
3.
Santri
Santri merupakan
unsur Pokok dari suatu pondok prsantren.santri ini biasanya terdiri dari dua
kelompok yaitu : Santri mukim dan santri kalong .Santri mukim : santri yang
berasal dari daerah-daerah yang jauh dan menetap dipondok pesantren.sedangkan
Santri kalong : Santri yang berasal dari daerah-daerah sekitar pondok pesantren
dan biasanya mereka tidak menetap didalam pesantren.mereka pulang kerumah
masing-masing setiap selesai mengikuti pengajian di pesantren.
4. Pondok / asrama
Pada awalnya
pondok pesantren bukan semata-mata dimasukkan sebagai tempat tinggal atau
asrama para santri, untuk mengikuti dengan baik pelajaran yang diberikan oleh
Kyai/ Ustad, Tetapi juga sebagai tempat latihan bagi santri yang bersangkutan
agar mampu hidup mandiri dalam masyarakat. Para santri dibawah bimbingan Kyai/
Ustad bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dalam situasi
kekeluargaan dan bergotong royong sesama warga pesantren.
5.
Kitab-Kitab Islam
Klasik
Unsur pokok lain yang cukup membedakan pesantren dengan lembaga pendidikan
lainnya adalah bahwa pesantren mengajarkan kitab-kitab Islam klasik atau yang
sekarang terkenal dengan sebutan kitab kuning yang dikarang oleh para ulama
terdahulu, mengenai berbagai ilmu pengetahuan agama Islam dan bahasa Arab.
4. Klasifikasi Pondok Pesantren
Secara garis
besar pondok pesantren dibagi menjadi dua, yaitu pondok pesantren salafi, dan kholafi.
a.
Pesantren Salafi adalah
pesantren yang mengajarkan dan mengkaji kitab-kitab kuning ( kitab klasik atau kuno) sebagai inti
pendidikan pesantren tanpa mengenalkan pengajaran pengetahuan umum. Pesantren
salaf identik dengan pesantren tradisional yang berbeda dengan pesantren moderen dalam hal metode
pengajaran dan infra strukturnya. Di pesantren salaf, hubungan antara kyai
dengan santri cukup dekat secara emosional. Kyai terjun langsung dalam menangani para santri.
b.
Pesantren
kholafi adalah pesantren yang menerapkan sistem pengajaran klasikal (madrasah) atau telah memasukkan pelajaran-pelajaran umum
(ilmu umum) dan ilmu agama serta memberikan pendidikan keterampilan.
5. Hal-hal
yang Menjiwai di Pesantren
Sebagai lembaga Tafaqquh fiddin
(memperdalam agama) pondok pesantren mempunyai jiwa yang membedakan dengan
lembaga-lembaga pendidikan lainya. Jiwa pondok pesantren tersebut dinamakan
“Panca Jiwa Pesantren”, yaitu :
a. Jiwa
keikhlasan , jiwa ini terbentuk oleh suatu keyakinan bahwa semua perbuatan
(baik atau buruk) pasti akan di balas oleh Allah SWT, jadi beramal tanpa pamrih
tanpa mengahrapkan keuntungan duniawi.
b. Jiwa Kesederhanaan, sederhana bukan
berarti pasif tetapi mengandung unsur kekuatan dan kaetabahan hati serta
penguasaan diri dalam mengahadapi dalam mengahdapi segala kesulitan.
c. Jiwa
Persaudaraan yang Demokratis, segala perbedaan dipesantren tidak menjadi
penghalang dalam jalinan ukhuwah (persaudaraan) dan Ta’awun (saling menolong).
d. Jiwa
kemandirian, pesantren harus mampu mandiri dengan kekuatannnya sendiri.
e. Jiwa
Bebas, bebas dalam membentuk jalan hidup dan menetukan masa depan dengan
jiwa besar dan sikap optimis mengahadapi berbagai problematika hidup
berdaqsarkan nilai-nilai ajaran Islam. Kebebasan jiwa pondok pesantren juga
berarti tidak terpengaruh dan didikte oleh dunia luar.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metodologi Pengumpulan Data
1. Sumber Data
Sumber
data dalam penelitian ini adalah keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Dar Al
Ma’arif Basilam Baru serta pihak pihak yang terkait yang dapat memberikan
informasi dalam penelitian ini.
2. Prosudur Pengumpulan Data
Untuk
mendapat data yang cukup dan sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Maka kami
melakukan beberapa metode pengumpulan data yang mana satu sama lainnya
melengkapi antara lain :
1. Observasi
Observasi
adalah pengamatan dan pencatatan yang sistimatis terhadap gejala-gejala yang
diteliti. Kami menggunakan pengamatan dan pencatatan untuk mengamati situasi
dan kondisi Yayasan Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru.Selain itu
observasi juga digunakan untuk mendapatkan imformasi dan data–data yang
bersifat mendukung kelengkapan data. jadi observasi merupakan pengamatan
langsung yang dilakukan di tempat penelitian.
2. Wawancara
Wawancara
adalah sebuah dialog yang dilakukan pewancara untuk memperoleh imformasi dari
serponden. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data yang pada umumnya hanya
dapat diperoleh dengan komunikasi secara langsung.
Data
yang diperoleh melalui wawancara antara lain wawancara langsung dengan Bpk.
Sahrul Anwar Harahap selaku T.U Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru.
3. Dokumentasi
Tehnik
pengumpulan data dengan dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh
melalui dokumen-dokumen dan juga pencarian di internet. metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang
hal-hal yang berhubungan dengan penelitian seperti :
a. Gambaran umum Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru
b. Sejarah berdiri Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam
Baru
c. Visi dan misi Pondok Pesantren Dar Al
Ma’arif Basilam Baru
4. Tekhnik Analisis Data
Dalam penelitian ini kami menggunakan tenik
diskriptif. Penelitian
Deskriptif Menurut Arikunto (2010:
3) “...Istilah deskriptif berasal dari istilah bahasa Inggris to
describe yang berarti memaparkan atau menggambarkan suatu hal, misalnya
keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan, dan lain-lain. Dengan demikian
yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksud
untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau
hal lain-lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk
laporan penelitian...”
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Gambaran
Umum Pondok
Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru
Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif, berkedudukan di Dusun Basilam Baru Desa
Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, yang telah
didirikan oleh Syeh Abdullah Efendi Siregar, pada tahun 1992 M.
B.
Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Dar Al
Ma’arif Basilam Baru
Sejarah
berdirinya Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru resminya ditetapkan
tahun 1992 M, dimana pada tahun tersebut Syehk Abdullah Efendi Siregar sebagai
pendiri pertama sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru,
pada masa itu beliau mengajak masyarakat untuk membangun sebuah lembaga
pendidikan (madrasah) dan pondok-pondok kecil. Dahulu santri-santrinya selalu
berusaha dan pentang menyerah dan santri-santrinya juga betul-betul ingin
menuntut ilmu.
Pada tahun 2005 M Syehk
Abdullah Efendi Siregar digantikan oleh Syeh H. Ahmad Rifai Siregar selaku pimpinan kedua Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru dan dimasa itu
mulailah dibangun gedung permanen. Syeh
H. Ahmad Rifai Siregar menjabat sampai tahun 2011 M.
Kemudian Pada tahun 2011 M Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru ini dipimpin
oleh Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL sampai sekarang, dimana Dr. H. Ibrahim
Siregar, MCL juga merupakan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Padangsidimpuan. Dan Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif
Basilam Baru ini di kepala sekolahi oleh Drs. Rajuddin Harahap.
C.Visi
dan Misi Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru
1. Visi
Terwujudnya: Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru sebagai “pusat pengkajian, pengembangan dan Penerapan ilmu-ilmu keislaman untuk kesejahteraan umat manusia”.
Terwujudnya: Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif Basilam Baru sebagai “pusat pengkajian, pengembangan dan Penerapan ilmu-ilmu keislaman untuk kesejahteraan umat manusia”.
2. Misi
a. Melaksanakan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
a. Melaksanakan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
b. Melaksanakan
dakwah Islamiyah di luar dan di dalam sekolah.
c. Penyediaan
sumber daya manusia pembangunan bangsa.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
a. Pondok
pesantren adalah gabungan dari pondok dan pesantren. Istilah pondok, berasal
dari kata funduk dari bahasa Arab
yang berarti rumah penginapan atau hotel. Istilah pesantren secara etimologis
asalnya pesantri- an yang berarti tempat santri. Tokoh yang pertama mendirikan
pesantren adalah Maulana malik Ibrahim (1419M), beliau menggunakan Masjid dan
pesantren untuk pengajaran ilmu-ilmu agama yang akhirnya melahirkan tokoh-tokoh
wali songo.
b. Tujuan Pendirian Pondok Pesantren
1.Mempersiapkan santri mendalami dan menguasai ilmu agama Islam yang diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama
dan turut mencerdaskan masyarakat Indonesia.
2.Menjadi benteng pertahanan umat dalam bidang akhlak.
c. Unsur-unsur pesantren adalah kyai/ ustad,
masjid, santri, pondok/ asrama, kitab-kitab islam klasik.
d. Secara garis besar pondok pesantren dibagi
menjadi tiga, yaitu pondok pesantren salafi, dan kholafi.
e. Pondok Pesantren Dar Al Ma’arif, berkedudukan di Dusun Basilam Baru Desa
Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, yang telah
didirikan oleh Syehk Abdullah Efendi Siregar, pada tahun 1992 M.
B. SARAN
Kami menyadari betapa belum
sempurnanya karya ilmiah ini. Karena itulah kami mengharapkan kritik serta
saran dari para pembaca, yang sekiranya menemukan kesalahan serta kekurangan,
baik dari segi penulisannya maupun dari segi kebahasaannya.
Terlepas dari
kekurangan-kekurangan karya ilmiah ini, kami berharap semoga karya ilmiah ini
bermanfaat bagi kita semua. Amiin yaa Rabbal’alamin.
DAFTAR PUSTAKA
http://sablinews.blogspot.com/2013/06/contoh-karya-ilmiah-skripsi-proposal.html
http://attawazun75.blogspot.com/2013/09/latar-belakang-berdirinya-pondok_9.html
http://keajaibanikhlas.blogspot.com/2013/02/makalah-tentang-ponok-pesantren.html
http://dokumentq.blogspot.com/2012/03/sejarah-berdirinya-pondok-pesantren.html
http://azwaralduani.blogspot.com/2011/12/sejarah-munculnya-pondok-pesantren-di.html
izin re-post kk, biar alumni maupun siswanya semakin tahu ..
BalasHapusby : Yusuf Kurniawan Siregar
kk minta no telefon ustad/ustadzah yg di pesantren basilam baru krna adik saya mau mndaftar kesitu
BalasHapuskk minta no telefon ustad/ustadzah yg di pesantren basilam baru krna adik saya mau mndaftar kesitu
BalasHapus